Dalam finishing produksi, mengemas barang menjadi salah satu tahap krusial untuk memastikan keamanan dan ketahanannya. Oleh karena itu sejak awal kemasan perlu dirancang dengan baik agar barang di dalamnya diterima tanpa kerusakan di tangan konsumen.

Anda yang baru memulai usaha atau bisnis belum terlambat untuk menyiapkan kemasan menjual sekaligus melindungi produk. Hanya bisa dijadikan wadah belum cukup menjadikannya sebagai proteksi barang. Pasalnya, Anda perlu memperhatikan faktor-faktor berikut saat mendesainnya.

  1. Desain kemasan sederhana 

Desain adalah faktor utama yang bakal menentukan kemampuan kemasan untuk mengundang minat calon konsumen. Beberapa orang menganggap desain ramai dapat langsung menarik perhatian. Walau anggapan tersebut tak salah, kemasan yang terlalu mencolok justru akan membuat konsumen bimbang dan mempertanyakan reputasi.

Ada baiknya Anda gunakan desain sederhana, terutama saat memilih konsep dasar, sebab masih ada elemen lain yang perlu dimasukkan. Anda pun bakal lebih mengolahnya untuk konten lain.

  1. Gunakan gambar kemasan menarik

Sebagian besar masyarakat Indonesia cenderung cepat menerima sesuatu dengan unsur visual. Manfaatkan hal tersebut untuk menciptakan kemasan untuk produk memakai gambar menarik. Kalau belum bisa menyewa jasa desainer, Anda bisa pakai file-file grafis gratis yang disediakan website khusus untuk mencegah tudingan plagiarisme.

Kalau sudah punya modal yang cukup banyak di awal, sebaiknya Anda jasa sewa desain khusus kemasan produk untuk mendapatkan hasil memuaskan.

  1. Pakai warna dan tipografi yang mudah dipahami

Warna dan tipografi bukan sekadar pemanis dalam bidang desain. Ada makna hingga unsur psikologis yang dapat Anda gunakan untuk mempengaruhi konsumen dari kemasan. Jadi, jangan sampai Anda salah pilih warna dan jenis huruf yang dipakai. Untuk menjual makanan, warna-warna cerah merupakan pilihan yang bisa dipertimbangkan, sebab akan cepat menarik atensi calon konsumen.

Begitu pula dengan tipografi. Pilihlah jenis huruf yang bisa ditangkap dan dibaca calon konsumen, sehingga mereka bisa mengingat produk Anda hanya dari kemasan.

  1. Pilih bahan berbeda sekaligus terjangkau

Bahan adalah faktor lain yang bakal membuat kemasan mampu mewadahi produk dalam jangka waktu lama. Karena sebagian besar konsumen cenderung membuang kemasan setelah pemakaian, sebaiknya cari bahan daur ulang yang tak akan membahayakan lingkungan. Selain itu, dibandingkan bahan baru, jenis bahan ini dibanderol dengan harga terjangkau.

Pemilihan bahan akan lebih mudah saat Anda sudah menyiapkan desain. Konsultasi dengan penyedia jasa desain untuk kemasan pun membantu Anda menemukan jenis bahan yang sesuai kebutuhan.

  1. Cantumkan data legalitas dari pemerintah

Hal penting lainnya yang tak boleh Anda lupakan saat merancang kemasan adalah mencantumkan keterangan berupa legalitas produk yang hendak dipasarkan. Salah dua yang paling sering konsumen cari saat memeriksa kemasan adalah sertifikasi halal dan izin edar dari Badan Pengawas Makanan dan Obat (BPOM) dari Dinas Kesehatan.

Untuk mendapatkan data-data tersebut, Anda harus mengurusnya terlebih dulu kepada pihak-pihak berwenang. Memang cukup lama dan butuh biaya, tetapi bakal menguntungkan Anda selaku produsen.

Anda yang belum berpengalaman membuat desain untuk kemasan disarankan menggunakan jasa desain profesional. Bersama mereka, Anda dapat berkonsultasi sampai mendapatkan rancangan yang bagus. Beberapa penyedia layanan kadang menawarkan paket terjangkau untuk pelaku usaha maupun bisnis pemula. Hal ini jelas membantu Anda yang mempunyai modal terbatas, tetapi memerlukan kemasan yang tak murahan agar cepat mendapat pelanggan.