Meningkatnya permintaan delivery makanan membuat sejumlah pelaku UKM di bidang kuliner berupaya menyediakan layanan terbaik. Salah satunya adalah menghadirkan kemasan UKM yang tak hanya dapat melindungi makanan, tetapi juga mengoptimalkan branding awareness.
Kemasan UKM yang dibuat untuk delivery tentunya berbeda dari wadah untuk makanan kering atau camilan di minimarket. Sebelum membahas jenis-jenis kemasan yang bisa Anda gunakan, mari simak pentingnya keberadaan kemasan untuk layanan delivery.
Sepenting apa kemasan UKM untuk delivery makanan?
Beberapa tahun lalu, delivery hanya menjadi layanan tambahan yang disediakan kafe atau restoran. Sebagian besar konsumen masih memilih mendatangi tempat makan untuk menyantap hidangan favorit. Kemasan UKM yang dipakai pun seadanya, sehingga tak terlalu membekas dalam ingatan konsumen.
Akan tetapi, perkembangan teknologi perlahan mengubah delivery menjadi salah satu layanan utama. Konsumen kini bisa memesan makanan favorit mereka di mana dan kapan saja melalui smartphone. Ketahanan kemasan UKM dalam hal ini sangat diuji, sebab makanan tak boleh sampai tumpah, rusak, atau tercampur pesanan lain saat sampai di tangan konsumen.
Maka dari itu, kemasan UKM menjadi bagian penting dalam pelayanan maupun pemasaran. Untuk mengoptimalkannya, para pelaku UKM menggunakan desain menarik hingga mencantumkan informasi seperti alamat dan nomor telepon pada kemasan UKM. Tujuannya tentu saja untuk memudahkan konsumen mengingat produk dan mudah menghubungi mereka saat ingin memesan makanan.
Apa saja kemasan UKM yang bisa dipakai untuk delivery makanan?
Untuk kebutuhan delivery makanan, berikut jenis-jenis kemasan UKM yang dapat Anda gunakan:
- Food pail
Dengan bahan utama kertas, food pail mempunyai bentuk yang menyerupai boks nasi, hanya saja desainnya lebih kekinian. Kertasnya pun sudah food grade alias tak akan meracuni makanan atau membuatnya tumpah maupun bocor. Beberapa jenis makanan yang dapat memakai kemasan UKM ini mencakup mi instan, nasi porsi kecil, dimsum, hingga camilan seperti gorengan.
- Paper lunch box dan paper bowl
Paper lunch box adalah kemasan UKM yang hampir sama dengan food pail, hanya berbeda dari bentuk dan model dengan ukuran lebih beragam. Sementara paper bowl, sesuai namanya, berbentuk seperti mangkuk dengan bahan kertas yang mampu mewadahi makanan berkuah. Jika paper lunch box lebih cocok untuk nasi, maka paper bowl dikhususkan untuk bakso, soto, dan makanan berkuah lainnya.
- Paper bag dan paper wrap
Berikutnya ada paper bag dan paper wrap, kemasan UKM yang bukan hanya fancy, tetapi juga ramah lingkungan. Paper bag sudah memakai kertas food grade yang aman untuk membungkus fast food seperti kebab atau kentang goreng. Sementara paper wrap yang lebih tipis biasanya dipakai sebagai pelapis roti atau nasi sebelum dibungkus kemasan lain.
- Standing pouch
Berencana menjual camilan atau snack kering? Anda bisa memanfaatkan standing pouch sebagai kemasan UKM. Bahan yang digunakan cukup beragam, antara lain pouch paper craft, alumunium foil, hingga plastik. Sejumlah camilan yang bisa diwadahi standing pouch mencakup keripik pisang cokelat, keripik kentang, keripik kentang, hingga produk pangan lain seperti biji atau bubuk kopi.
Tidak sulit, bukan, menemukan kemasan UKM yang murah sekaligus aman dipakai? Supaya cepat menarik konsumen, maksimalkan dengan desain eye-catching dan pastinya sesuai jenis makanan yang akan Anda jual. Dengan begitu, pelanggan yang menerima delivery makanan akan terkesan dan kembali memesan produk dari Anda.




